Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyeduh Manual Brew

0
35
Photo by Quang Nguyen Vinh on Pexels.com

Perkembangan tentang teknik di balik meja bar sangatlah luas, seluas jagat raya ini, serumit bagaimana Dream Theater menulis lagu dengan trek-trek panjang. Tutorial manual brew di media sosial juga sudah berkembang begitu masifnya.

Alat yang digunakan tidak memerlukan konsumsi listrik. Itulah kenapa disebut dengan istilah manual brew. Tidak hanya alat pour over seperti V60, Kalita, Chemex, French Press, tetapi juga semakin banyak yang memproduksi alat espresso manual.

1. Kebersihan alat seduh

Berkecimpung di dunia kuliner memperhatikan kebersihan menjadi kebiasaan yang harus diterapkan kapanpun dan dimanapun. Karena nilai higienis dalam setiap proses menyeduh kopi tidak bisa ditawar.

Beberapa prosedur awal ketika menyeduh manual brew bisa dimulai dengan membilas dengan air panas.

Selain berfungsi untuk membersihkan peralatan seduh dari debu yang menempel. Membilas juga bertujuan untuk menghangatkan alat seduh.

Dengan menerapkan proses ini kita tahu bagaimana dampaknya terhadap seduhan kopi. Diantaranya menjadikan seduhan tetap terjaga kehangatnya.

Membilas alat seduh berlaku untuk semuanya entah itu V60, French Press, Aeropress, Mokapot, Chemex bahkan gelas dan server juga perlu untuk dibilas dahulu sebelum menyeduh kopi.

2. Tingkat kehalusan bubuk kopi

Bagian terpenting kali ini harus memperhatikan tingkat halus dan kasarnya bubuk kopi. Untuk menyajikan seduhan kopi yang segar biji kopi perlu di haluskan dahulu sebelum menyeduh.

Banyaknya teknik manual brew menjadikan tingkat halusnya bubuk kopi disesuaikan dengan alat yang digunakan, anda tidak bisa menyeduh espresso dengan gilingan yang medium atau yang kasar bukan.

masing-masing alat memiliki kebutuhan tingkat halus dan kasar yang  berbeda-beda.

Jika anda menyeduh kopi dengan V60 menggunakan ukuran giringan halus maka rasa pahit akan lebih kuat.

Sebaliknya jika menyeduh dengan giringan yang kasar maka yang keluar hanya rasa asam.

Pastikan tingkat bubuk kopi yang halus memiliki hasil yang rata, supaya seduhan menjadi lebih konsisten.

3. Temperatur air

Sebelum air panas menyentuh bubuk kopi anda harus memastikan juga temperatur air yang akan digunakan untuk menyeduh manual brew.

Setiap seduhan kopi memiliki perlakuan khusus bahkan dari suhu air. Tidak hanya itu, dengan giringan yang sangat halus, tetapi temperatur air terlalu panas menjadikan kopi terbakar dan mengeluarkan rasa pahit.

Untuk pemula yang menyeduh kopi cukup menggunakan suhu maksimal 90° Celcius. Suhu ini merupakan suhu yang ideal untuk menyeduh kopi dengan tingkat giringan medium & kasar.

Jika anda menggunakan bubuk kopi yang halus anda bisa menggunakan suhu antara 85°-87° Celcius.

Itu sebabnya di meja bar terdapat termometer, beberapa alat yang lebih modern yaitu ketel yang sudah dilengkapi dengan indikator suhu.

4. Rasio air dan kopi

Membahas rasio saat menyeduh kopi, sedikit mengulang pelajaran matematika saat kita sekolah dulu ya. Hehe.. tujuannya untuk mengetahui seberapa kuat hasil seduhan yang akan kita buat.

Selain itu apa saja sih yang perlu diperhatikan dalam menyeduh kopi manual brew. salah satunya adalah perhitungan rasio yang tepat. Supaya hasil akhir dari seduhan rasanya sesuai dengan yang diharapkan.

Penting lho memperhatikan rasio antara kopi dan air.

Takaran air dan kopi menjadi rangkaian menyeduh dari awal hingga akhir terukur di setiap tuangan airnya, gitu deh kira-kira hehehe…

Sebagai contoh dalam menyeduh V60:

Untuk pemula rasio pada alat seduh V60 menggunakan perbandingan 1:15. Maka setiap 1 gr kopi maka membutuhkan air 15 ml.

Menggunakan rasio air yang terlalu banyak akan menyebabkan hasil seduhan kopi menjadi watery (rasa kopi kurang kuat karena takaran air terlalu banyak).

5. Infus di akhir

Yang dimaksud infus ini bukan kantong infus yang terdapat jarumnya dan menancap di lengan kita ya! (kalau itu infusnya orang sakit). Infus ini istilah di dunia kopi yang artinya menambahkan air pada hasil seduhan kopi.

Infus bertujuan untuk menentukan keseimbangan jika merasa kopi masih mengeluarkan rasa pahit yang tidak bisa ditoleransi.

Tujuan infus pada kopi manual brew adalah menentukan standar keseimbangan antara rasa kopi dan air.

Menentukan hasil rasa seduhan kopi dimana  banyak dari barista menggunakan metode infus untuk mengurangi rasa kopi yang kuat. Meminimalisir rasa yang sekiranya pahit atau terlalu asam.

Langkah terakhir ini diperlukan tingkat keakuratan mencecap rasa kopi. Sehingga anda bisa melakukan apakah hasil seduhan perlu di infus atau tidak.

Pada langkah infus diakhir sebenarnya bisa dilewatkan. Terkadang beberapa barista masih kurang yakin dengan hasil seduhan. Karena kopi yang disajikan tidak dinikmati sendiri, melainkan diminum bersama orang banyak.

Tidak ada takaran khusus untuk melakukan infus, entah itu dengan teknik V60, Aeropress, Kalita Wave, Chemex dan lain sebagainya.

Infus sebagian besar dilakukan pada jenis seduh pour over & French press.

Untuk takaran 175 ml sampai 325 ml biasanya menambahkan air untuk menginfus sebanyak kurang lebih antara 5-10 ml. Jika anda bisa mengendalikan konsistensi di setiap seduhan kopi manual brew, anda tidak perlu melakukan infuss lagi.

Dengan alat manual kalian bisa mengendalikan seduhan dengan sangat detil setiap langkah-langkahnya. Yah.. sama juga dengan sepeda motor bagi kalian yang ingin berkendara jarak jauh kalau ada yang manual kenapa milih yang matic. Tapi manualnya bukan sport juga hehe..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here