Dominasi 3 Varietas Kopi di Indonesia

0
65
biji kopi

Sebenarnya ada banyak sih varietas kopi yang ditanam di Indonesia bahkan di dunia, diantaranya ada Arabika, Robusta, Ekselsa, Liberika, Yellow cattura, Yellow Bourbon dan sebagainya. Beberapa jenis kopi laris manis dipasaran karena cocok dengan selera konsumen yang ada di Indonesia, sebelum membaca perbedaannya siapkan kopinya dulu skuy.. biar santuy bacanya hehe..

Pohon dan tempat penanaman

Arabika

Ditanam di atas ketinggia lebih dari 600 sampai 2000 mdpl (meter di atas permukaan laut). Tentunya diatas bukit atau daerah pegunungan dong, lingkungan dari varietas kopi arabika cukup dingin perlu suhu 16-20°. Tanaman ini berasal dari wilayah dengan iklim yang tropis, cukup baik jika ditanam di Indonesia.

Varietas kopi arabika rentan terhadap penyakit dan mudah diserang hama, perawatan yang lebih sulit bisa jadi faktor untuk harga yang lebih mahal juga.1

Robusta

Pohon kopi ini banyak ditemui di pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Bali, Nusa tenggara hingga Papua. Kopi robusta ditanam lebih rendah dari kopi arabika, di bawah 800 mdpl.

Jenis pohon kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi sekitar 2% daripada jenis kopi arabika.

kadar asam kopi robusta lebih tinggi daripada arabika, yang berfungsi untuk menangkal dari serangan hama dan penyakit.2

Ekselsa

Jenis kopi ekselsa menjadikan kawasan daerah Jambi, Wonosalam dan dan Ijen menjadi tenar, karena dua daerah tersebut, menjadi produsen terbesar kopi dengan aroma nangka ini.

Penanaman pohon diatas 600 mdpl. Daya tahan kopi ini cukup kuat tidak rentan terhadap penyakit dan dapat ditanam di atas lahan gambut.3

Bentuk Biji dan Ukuran yang Berbeda

Bentuk biji dari masing-masing kopi cukup berbeda, untuk awalnya sulit untuk mengetahui mulai dari ukuran dan bentuknya. Tetapi 3 jenis biji kopi ini bisa dikenali dengan mudah.

Arabika

Biji kopi arabika memiliki bentuk oval dan lebih kecil daripada jenis kopi robusta. Pada bagian belahan kopi jenis arabika memiliki jenis yang bergelombang dengan permukaan yang datar, bagian tepi bersiku tajam.

Robusta

Biji kopi robusta memiliki bentuk yang besar dan sedikit membulat dibandingkan dengan kopi arabika dan ekselsa. Pada bagian belahannya lurus.

Ekselsa

Ciri fisik kopi ekselsa lebih kecil daripada biji kopi robusta, bijinya berwarna kuning seperti jenis kopi liberika.

Pengolahan Saat Disangrai

Beberapa tingkat kematangan dari kopi pada dasarnya dibagi menjadi 3 mulai dari light (cerah), medium, dark (gelap). Di era kopi spesialti kopi disangrai tanpa campuran apapun, beberapa cara tradisional di Indonesia mencampurkan kopi dengan bahan lain seperti beras, jagung atau kacang hijau.

Arabika

Pengolahan kopi arabika di banyak industri kopi didominasi dengan jenis sangrai medium, jenis sangrai ini tidak menjadikan kopi tidak terlalu hitam. Dengan tujuan untuk memunculkan rasa asam yang khas dari kopi arabika.

Robusta

Kopi robusta cenderung disangrai lebih gelap, tapi ini bukan karena disangrai sampai gosong ya, tetapi memang tujuan kopi arabika disangrai untuk menguatkan rasa kopinya.

Di beberapa rumah sangrai konsumen bisa memilih untuk tingkat kematangan sangrainya.

Ekselsa

Kopi arabika dan robusta memang merajai kopi yang ada di seluruh dunia, eits tapi jangan remehkan kopi ekselsa, di Indonesia sendiri kopi ekselsa identik dengan kopi dengan aroma buah nangka, tapi ini bukan persilangan antara pohon kopi dan pohon nangka ya.

Dalam hal pengolahan kopi ekselsa bisa disangrai medium atau dark, sesuai dengan tujuan dari penyeduhan, entah itu mau dijadikan bubuk kopi tubruk atau dengan metode filter.

Proses Penyeduhan dengan Metode yang Berbeda

Berada di sebuah kedai kedai kopi dengan suasana yang tenan, melihat barista dengan lihai menggunakan beberapa alat kopi manual brew (alat seduh manual). Selalu menarik untuk dilihat. Beberapa alat sangatlah memiliki rasa hasil seduhan, meskipun jenis kopinya sama.

Arabika

Banyak dari barista menyatakan bahwa kopi jenis arabika membutuhkan metode khusus dalam menyeduh, tergantung tujuan dan hasil seduhan yang diinginkan.

Para barista bisa bereksperimen dengan hanya satu alat seduh, ketika menggunakan pour over jenis V60, kopi arabika bisa ditentukan berat dan tidaknya.

Catatan rasa buah menjadi kelebihan dari jenis kopi arabika, beberapa catatan rasa seperti, gula merah, karamel, apel, nanas dan banyak lagi.

Robusta

Kopi robusta lebih bersahabat dengan diseduh tubruk atau tubruk susu. Untuk yang tidak suka dengan ampas, alat seduh jenis Vietnam drip bisa menjadi alternatif.

Kopi robusta dengan ciri khas yang asam dan pahit, bisa mengeluarkan cita rasa cokelat dan karamel.

Ekselsa

Kopi ekselsa tidak jauh berbeda dengan robusta, tapi akan lebih nikmat jika diseduh menggunakan metode Vietnam drip. Metode seduh lain yang bisa digunakan untuk kopi varietas ekselsa diantaranya: tubruk, tubruk susu, French press, atau Mokapot.

Enak kopi robusta, arabika atau ekselsa? Sebenarnya semua kopi enak, tinggal bagaimana kita akan menikmatinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here