Pertanyaan Roasting Kopi Untuk Pemula Tahun 2020

0
26
teknik roasting kopi

Beberapa pertanyaan dibawah ini akan membantu kita untuk mengetahui beberapa pertanyaan dasar tentang meroasting kopi. Cukup banyak hal teknis yang perlu diketahui nantinya.

Yang pastinya jawaban tersebut untuk anda pemula, penikmat kopi ataupun pelaku usaha kopi. Dari pertanyaan-pertanyaan dibawah ini anda akan belajar roasting kopi.

Apa itu roasting kopi?

Untuk teman-teman yang masih awam dengan istilah dan proses pengolahan kopi. Maka tidak menutup kemungkinan untuk menanyakan hal-hal sederhana terkait dengan meroasting kopi.

Menurut Giesen Coffee Roasters, salah satu perusahaan mesin roasting terbesar di Eropa mengatakan bahwa, Roasting kopi adalah perjalanan green bean (biji kopi hijau) dan diolah menjadi minuman yang sempurna yang sesuai dengan keinginan anda.

Entah itu mau kalian jadikan cold brew, dripped or filtered, espresso, atau olahan lain yang memungkinkan.

Menurut Counter Culture Coffee, dimuat dalam website resminya roasting kopi adalah proses yang dilalui biji kopi yang masih hijau  dan ditransformasi menjadi biji kopi sangrai, cukup sederhana sekali. Tetapi bisa juga merusaknya ketika kopi diroasting.

Dari penjelasan tersebut mungkin dari roasting kita bisa membuat kopi yang enak. Tetapi jika tidak tahu maka bisa menghancurkan rasa dari kopi itu sendiri.

Menurut NCA USA, Roasting kopi adalah cara mengeluarkan aroma dan rasa yang mana masih terkunci di dalam biji kopi yang masih hijau.

Green bean (biji kopi hijau) yang tersimpan masih bisa menjaga kualitas dari rasa kopi tersebut.

Green bean sendiri masih belum memiliki karakter rasa seperti kopi yang telah diroasting,  yang mana masih empuk  bijinya dan baunya masih grassy (bau tanaman/tumbuh-tumbuhan).

Jadi, menurut kaveo sendiri roasting kopi adalah proses penyangraian dengan media panas yang ditransfer ke biji kopi, menentukan kematangan sehingga kopi tersebut layak untuk diseduh dan dijadikan minuman kopi.

Sederhananya kopi itu supaya bisa diseduh dan dihaluskan maka harus dipanaskan dahulu dengan media transfer panas kepada biji kopi.

Bahan untuk mentransfer bisa dari logam yang berkualitas food grade (khusus makanan).

Kalau jaman dahulu, kopi biasa disangrai secara tradisional oleh orang Indonesia dengan wajan yang terbuah dari tanah liat.

Menyangrai kopi itu ternyata ada seninya juga lho, bagaimana langkah demi langkah dilalui hingga menjadikan sebuah sajian yang menarik dan tentunya enak.

Tidak hanya itu kopi yang baik memiliki estetika dalam indera pengecap kita dan memberikan manfaat bagi tubuh.

Nah setelah anda sedikit banyak tahu tentang roasting kopi, ternyata beberapa industri kopi memiliki pendapat dan teori yang berbeda-beda.

Tetapi tenang saja tujuannya tetap sama kok, supaya rasa kopi berkembang dan enak untuk diminum.

Apa saja jenis alat atau mesin roasting kopi?

Jenis mesin roasting ada 2 antara tradisional dan modern.

Tradisional menggunakan alat-alat tradisional yang terbuat dari bahan-bahan seperti tanah liat dan menggunakan pengapian berupa kompor konvensional atau kayu bakar.

Modern, memiliki sistem kombinasi antara pengapian dan kelistrikan. Dimana mesin roasting terpasang drum untuk meroasting kopi yang diputar menggunakan dynamo. Danpengapian yang cukup kuat untuk memanaskan drum.

Untuk era saat ini jika anda akan belajar roasting kopi, maka anda bisa langsung saja menggunakan mesing roasting modern yang saat ini digunakan.

Karena mesin roasting modern saat ini sudah memiliki kualitas yang baik mampu menghasil biji kopi roastingan yang enak, dengan kelistrikan yang stabil juga pengapian yang merata.

Apakah semua kopi bisa diroasting?

Ya, semua kopi bisa diroasting, terdapat banyak sekali varietas kopi di dunia ini, diantaranya: Robusta, Arabika, Ekselsa, Liberika, Gesha, Cattura, Bourbon, Margogype dan lain sebagainya.

Tapi disini kita akan membahas dua jenis saja yang mendominasi dunia untuk diroasting.

Roasting kopi arabika, memiliki rasa dan aroma yang wangi. Memiliki rasa yang kompleks dengan catatan rasa buah-buahan.

Karakter dari kopi arabika terlihat jelas berbeda dari tempat dimana kopi tersebut ditanam.

Dengan kata lain, kopi arabika yang ditanam di Bali akan berbeda dengan kopi yang ditanam di Sulawesi.

Roasting kopi robusta, memiliki rasa dan aroma yang kuat. Dengan catatan rasa dark cokelat, charcoal, karamel dan lain sebagainya.

Kebanyakan pengolahan kopi robusta saat diroasting menggunakan, tingkat sangrai medium to dark atau dark roasted.

Apa itu level roasting kopi?

cara roasting kopi
Image by Free-Photos from Pixabay

Saat kopi masuk mesing roasting terjadi perubahan reaksi kimia dan perubahan warna, beberapa variabel lainnya adalah tentang perubahan aroma ketika kopi diroasting.

Semakin gelap kopi diroasting maka aroma juga akan berubah. Level roasting merupakan beberapa tingkan kematangan kopi.

Level roasting light

Light roasted telah melalui first crack (letupan pertama), titik dimana biji kopi sudah mengeluarkan aroma dan rasa.

Hanya untuk patokan saja, kematangan tingkat light roasted ini terjadi diantara 180°-205° celcius.

Dimana kondisi biji kopi saat masuk tahap light roasted ini bewarna cokelat kekuningan.

Tingkat roasting medium

Medium roasted lumayan kompleks. Selain itu teknik di setiap negara berbeda-beda. Biji kopi disangrai melewati letupan pertama tetapi tidak sampai terjadi second crack (letupan kedua).

Kondisi biji kopi berwarna cokelat gelap dengan sangat sedikit minyak dipermukaan. Beberapa hasil medium roasted lainnya juga tidak terlalu mengeluarkan minyak.

Saat melalui tingkat sangrai ini, body pada seduhan kopi akan naik sedikit lebih tebal daripada light roasted.

Tingkat roasting medium to dark

Selain ditujukan untuk penikmat kopi espresso. Bisa juga digunakan untuk house blend sebagai signature dari sebuah kedai kopi.

Seduhan alternatif lainnya adalah Vietnam drip dan kopi tubruk.

House blend merupakan percampuran minimal 2 jenis kopi dari daerah tanam yang berbeda.

untuk pengenalan biji kopi house blend & single origin anda bisa baca artikel kami dibawah ini:

baca juga: Perbedaan Kopi Single Origin dan Kopi House Blends

Artikel kaveo sebelumnya tentang dasar meroasting kopi, tidak menyantumkan medium dark roasted. Karena pengenalan hanya 3 jenis tingkat roasting yang paling umum di Indonesia.

Tingkat roasting dark

Dark roasted merupakan preferensi untuk seduhan espresso dan house blend.

Suhu panas sangrai yang paling gelap ini mesin mencapai 240°-248° celcius, rasa yang dikeluarkan berupa cokelat dan kacang-kacangan.

Menunggu second crack. Kemudian dikeluarkan dari mesin roasting.

Kondisi dari biji kopi berwarna sangat gelap, kalau anda tahu rata-rata biji kopi robusta didominasi dengan tingkat sangrai dark roasted, dengan minyak dipermukaan biji kopi yang banyak.

Dalam tahap dark roasted, body dan kekentalan kopi saat diseduh memiliki nilai yang tinggi.

Untuk yang pembahasan lebih lanjut tentang roasting kopi atau yang ingin belajar roasting kopi lebih banyak baca postingan sebelumnya:

baca juga: Sangrai Kopi Untuk Pemula (Panduan Utama)

Bagaimana cara roasting kopi?

Dengan cara dipanaskan dengan menggunakan alat atau mesin kopi atau menggunakan alat tradisional.

Kopi memiliki beberapa fase dari green bean hingga menjadi roasted bean.

Drying Phase (Tahap Pengeringan), Pada fase awal menyangrai, kopi menyerap panas yang kemudian mengurangi kadar air, mengeluarkan gula dan asam klorogenik.

Yellowing Phase (Tahap Perubahan warna), Saat kopi kehilangan masa jenis dan kerapatan pada biji kopi, dilanjutkan dengan kondisi kopi yang mulai berubah warna menjadi kuning.

Tahap First Crack (letupan pertama), Merupakan tahapan ketika kopi mulai mengeluarkan aroma. Proses ini berdasarkan waktu dan temperature panas kopi maupun mesin sangrai.

Kenapa harus diroasting?

Supaya kopi bisa dikonsumsi dan diolah kembali entah itu dihaluskan menjadi kopi bubuk, diproduksi menjadi kopi instan, dijadikan untuk bahan dasar atau perasa kue, masker kecantikan dan lain sebagainya.

Ada beberapa orang yang menggunakan biji kopi yang masih hijau tanpa diroasting sebagai obat diet.

Dimana tempat untuk meroastingkan kopi?

biji kopi hijau
biji kopi yang masih hijau (Image by April Rodmyre from Pixabay)

Pertanyaan ini biasanya ditanyakan oleh konsumen kopi yang masih benar-benar awam tentang kopi. Karena tidak semua kedai kopi menyediakan jasa roasting atau menjual biji kopi roasted bean.

Kadang kita ingin membeli biji kopi dan menyeduhnya di rumah, karena sudah memiliki beberapa alat.

Nah untuk mendapatkan biji kopi yang telah diroasting,  maka kita harus pergi ke roaster lokal.

Tidak hanya itu jika anda memiliki green bean maka anda bisa menggunakan jasa roastery untuk menyangrai kopi.

Sekarang untuk di kota-kota besar, sudah terdapat roaster kok da ada juga beberapa kedai yang menyediakan biji kopi.

Apa perbedaan roasting kopi tradisional & modern?

Coffee Beans on Round Wok
Roasting kopi dengan alat tradisional (gambar: pexels)

Bedanya ada beberapa aspek diantaranya adalah:

1. Teknik meroasting kopinya

Tradisional: menggunakan tidak perlu terlalu mendetail dalam meroasting, sehingga kopi yang pada dasarnya sudah memiliki keseragaman kualitas.

Maka aka diroasting dengan tingkat kematangan yang pada umumnya bisa dinikmati oleh penikmat kopi yang suka dengan roasting alat tradisional.

Modern: dengan menggunakan alat roasting modern teknik meroastingnya pun menjadi lebih mendetail.

Bagaimana menghitung ketepatan waktu, panas dari mesin, dan perubahan biji kopi juga dilakukan dengan sangat terukur.

2. Bahan alat roasting

Tradisional: terbuat dari tanah liat dan dibakar diatas tungku dengan bahan bakar berupa kayu

Modern: Menggunakan bahan dengan standard an mutu yang tinggi untuk teknologi saat ini berupa drum yang diputar dengan dynamo.

Media yang mentransfer panas api untuk biji kopi terbuat dari logam dengan standar food grade.

3. Rasa dari hasil roastingan

Rasa ini berkaitan dengan selera juga ya, karena selera juga tidak bisa diperdebatkan lagi.

Tradisional: didominasi penikmatnya oleh orang tua. Cara roasting tradisional memang banyakmenggunakan kopi robusta.

Modern: didominasi penikmatnya oleh anak muda yang mau belajar tentang kopi. Rasa lebih kompleks dan untuk roaster lebih mudah untuk mengeksplorasi rasa.

Dimana kematangan kopi juga bisa ditentukan berdasarkan tingkat roastingnya, light yang cenderung asam, medium yang balance cenderung asam, medium to dark yang cenderung pahit dan lain sebagainya

Kenapa biji kopi perlu resting setelah diroasting (sangrai)?

toples kopi hario

Saat kopi diroasting, di dalam drum mesin roasting. Biji kopi terekspos dengan karbondioksida yang cukup banyak. Nah ketika kopi dikeluarkan dari mesin roasting maka resting ini menjadi masa kopi mengeluarkan karbondioksida dengan maksimal.

Selain itu alasan untuk kopi diresting karena kopi tidak terlalu memiliki rasa yang smoky atau aroma gosong.

Bagaimana mengeluarkan rasa saat meroasting?

Pada saat meroasting seorang roaster harus belajar dan kemudian menguasa dasar  meroasting kopi.

Beberapa titik panas yang sudah diketahui dari waktu dan temperatur drum dan biji kopi menjadi parameter roaster untuk menentukan apakah kopi sudah mengeluarkan rasa atau tidak.

Setelah menemukan titik kematangan yang pas roaster segera mengeluarkan biji kopi dari mesin roasting.

www.giesencoffeeroasters.eu

www.ncausa.org

counterculturecoffee.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here