Perbedaan Rasa Kopi Arabika dan Robusta

Photo by Burst on Pexels.com

Indonesia yang menjadi salah satu 5 besar negara dengan eksportir kopi arabika terbanyak di dunia, ironisnya Masih banyak orang Indonesia yang belum mengetahui perbedaan antara kopi Arabika dan Robusta, padahal kopi juga merupakan minuman yang paling banyak digemari banyak orang di berbagai belahan dunia, hingga kedai-kedai pasti menyediakan menu dengan minuman yang identik dengan warna hitam ini, nah disini kita akan bahas tentang 2 jenis kopi yang mendominasi perdagangan dunia yaitu, Kopi Arabika dan Robusta.

Kopi Arabika cenderung ditekankan pada kopi dengan cita rasa yang asam, lalu dari rasa asam tersebut dideskripsikan lagi menjadi rasa asam yang identik dengan buah tertentu. Tapi perlu diingat bahwa tingkat kematangan pada kopi arabika setelah disangrai juga harus diperhatikan. Kopi arabika jika disangrai semakin gelap/gosong akan cenderung mengeluarkan rasa pahit dan nantinya tidak terlalu keluar cita rasa buahnya.

Pengaruh rasa buah pada kopi arabika karena wilayah dan letak geo-grafis penanaman yang berbeda-beda, sebagai contoh kopi daerah sumatera dan sulawesi identik dengan cita rasa cokelat, kopi dari jawa memiliki cita rasa aroma manis gula jawa, kopi dari nusa tenggara memiliki cita rasa kacang-kacangan dan lain sebagainya.

Sederhananya adalah jika kopi disangrai tingkat kematangan menengah berwarna cokelat maka kopi tersebut akan ditonjolkan rasa asamnya. Jika kopi disangrai dengan tingkat kematangan lebih gelap atau cokelat tua cenderung hitam maka kopi tersebut akan ditonjolkan rasa pahitnya.

Tidak ada yang salah dengan kopi yang disangrai lebih gelap hanya karena dianggap gosong. Orang indonesia cenderung kehilangan selera jika mendengar makanan atau minuman yang diolah secara gosong. Gosong atau disangrai lebih gelap pada kopi bukan kesalahan pada saat menyangrai. Setiap rumah sangrai memiliki tingkat dan karakter sangrai yang berbeda-beda.

Kopi Robusta memiliki rasa lebih pahit dan memiliki kandungan kafein dua kali lebih banyak. Beberapa kedai kopi tidak terlalu mengejar rasa buah pada kopi robusta, penikmat kopi robusta di Indonesia lebih memilih kopi robusta dengan cita rasa yang pahit. Kopi robusta-pun memiliki peran penting untuk perpaduan kopi dan susu, karena banyak masyarakat menambahkan rasa manis cukup dengan menambahkan susu.

Nah dapat disimpulkan bahwa kopi arabika mengeluarkan rasa asam dan varian rasa bua-buahan apabila disangrai tidak terlalu gelap. Jika disangarai lebih gelap maka akan memunculkan rasa pahit, sampai saat ini kopi robusta masih banyak yang disangrai lebih gelap (cokelat-kehitaman) sehingga rasanya menjadi lebih pahit.

Nah untuk menambah wawasan perbedaan pada kopi anda bisa berkonsultasi pada barista, lalu dengan mencoba jenis kopi yang berbeda selain itu anda bisa juga menambah pengalaman merasakan macam-macam kopi, sehingga anda bisa terlatih dalam membedakan rasa kopi.

Nah jika ada saran dan masukkan anda bisa mengirim pada kami melalui surel atau komentar.

Terima kasih telah membaca artikel ini semoga bermanfaat untuk kita semua.

Salam spesialti 😉

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan