Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

0
38
Toko Kopi
Photo by Juan Pablo Serrano Arenas on Pexels.com

Selalu saja ada pertanyaan di sebuah kedai kopi tentang biji kopi yang tersimpan di toples dan terletak di meja bar. Dengan diberi label dengan nama-nama daerah di Indonesia. Kerap kali mengundang pertanyaan seperti

  • “Mas ini bedanya ini dengan yang ini apa?”
  • “Mbak ini kopinya kok lebih gelap dengan yang ini ya?”
  • “Mas ukuran kopi yang ini kok lebih besar dengan yang ini ya?”

Akan dijelaskan 2 ciri khas dari jenis kopi yang populer di dunia ini. Yaitu antara kopi Arabika dan robusta.

Karakter pohon yang berbeda

Kopi robusta (Coffeea Canephorea) memiliki ketinggian tanam dibawah 800 mdpl, kopi robusta memiliki ketahanan yang lebih bagus terhadap peyakit.

Sedangkan kopi arabika (Coffeea Arabica) ditanam di ketinggian lebih dari 800 mdpl, kopi arabika cenderung rentan terhadap penyakit seperti karat daun.

Dari segi ukuran pohon kopi robusta memiliki  bentuk yang lebih besar dibandingkan dengan kopi arabika yang hanya memiliki tinggi 3-5m.1

Jumlah tanaman kopi arabika sekitar 75-80% dari banyaknya pohon kopi yang ada di seluruh dunia. Sisanya adalah tanaman dari kopi robusta sebanyak 20%.2

Suhu lingkungan tanam kopi arabika sekitar 15° sampai 24° Celcius, dikarenakan kopir robusta ditanam ditempat yang lebih rendah maka suhu lingkungan bisa lebih panas.3

baca juga: Mengenal Kopi Murni yang ada di Indonesia

Biji kopi memiliki bentuk, kandungan yang berbeda

Nah kita bisa banyak melihat bentuk biji kopi arabika ataupun robusta di kedai kopi. Membandingkan secara langsung, yang penting pemiliki kedainya ramah lho ya.. dan edukatif.

Dari segi bentuk dan ukuran banyak sekali perbedaan kopi robusta dan arabika. Kopi robusta memiliki bentuk yang lebih besar, selain itu pada bagian tengah atau belahan kopi kopi robusta berbentuk lurus, sedangkan kopi arabika memiliki belahan yang bergelombang.

Kopi robusta memiliki kandungan kafein 2,7%. Yang mana kopi arabika hanya memiliki kandungan kafein sekitar 1,5%. Dari kandungan gula kopi arabika memiliki kandungan 2x lebih banyak dari kopi robusta.4

Dari kandungan asam klorogenik juga berbeda, kandungan asam ini penting sebagai antioksidan dan pencegah serangan serangga. Kopi robusta memiliki 7-10% CGA (Chlorogenic Acid) dan kopi arabika memiliki 5.5-8% CGA.5

Rasa dan aroma yang khas

orang mencicipi kopi
Photo by cottonbro on Pexels.com

Sub judul ini merupakan bagian yang asik untuk dibahas karena menikmati seduhan merupakan kesenangan yang sejati, dimana kita akan menilai perbedaan kopi robusta dan arabika ketika air seduhan menyentuh lidah kita.

Kopi arabika memiliki cita rasa yang lebih manis, lebih ringan, dengan catatan rasa gula merah, buah-buahan atau ceri. Lebih asam dan beberapa jenis kopi yang memiliki bentuk kecil ini ada yang khas dengan rasa wine. Robusta memiliki rasa yang lebih kuat dengan ciri khas kacang-kacangan. Keistimewaan dari kopi robusta dapat memberi krema pada seduhan espresso.6

Perbedaan Metode seduh Arabika & Robusta

Untuk menyeduh kopi anda harus mengenali rasa kopinya. Tapi jika bingung anda bisa menyeduh dengan cara tubruk kok, sederhana tanpa mengurangi rasa dari kopi itu sendiri.

Kopi arabika:

Anda bisa menyeduh dengan metode filter menggunakan alat:

  • V60
  • Kalita Wave
  • Kalita Flat Bottom
  • Chemex

Kopi robusta:

Anda bisa menjadikan kopi robusta untuk tamu yang belum familiar dengan kopi arabika karena terlalu asam.

Anda bisa menyeduh dengan metode:

  • Tuburuk susu
  • Vietnam Drip
  • French Press

Kopi robusta tetap bisa menyeduh kopi dengan menggunakan filter seperti kopi arabika.

baca juga: Pengenalan Kopi House Blend

Tingkat produksi di dunia

Terdapat banyak sekali kopi di seluruh dunia ini, yang mana didominasi oleh benua Afrika, Asia dan Amerika selatan. Sebagai warga Indonesia kita tentunya bangga dong dengan tingkat produksi kopi yang melimpah dari Aceh sampai Papua.

Kopi robusta lebih mudah ditanam karena memiliki toleransi perubahan cuaca. Kopi yang ditanam tempat yang rendah ini banyak ditemui secara eksklusif di Afrika, Indonesia dan Vietnam sebagai produsen primer.

Ditanam di ketinggian lebih dari 800m, yang mana buah kopinya lebih sedikit dari kopi robusta dan tumbuh tidak terlalu tinggi. Kopi Arabika banyak diproduksi yang terletak di pusat Amerika selatan seperti kolombia yang hanya memproduksi kopi jenis arabika. 7

Di pasaran harga kopi arabika lebih mahal daripada kopi robusta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here