Pencantuman Rasa Buah Pada Kemasan Kopi

0
31
rasa kopi

Satu single origin bisa memiliki berbagai macam rasa. Tetapi bagaimana kita memahami tentang catatan rasa atau tasting notes yang terdapat pada tiap kemasan kopi? Terkadang ada beberapa pertanyaan di benak konsumen, kadang tercantum rasa buah atau sayur yang ada pada kemasan kopi.

Yang sering ditanyakan seperti:

  • “rasa blueberry itu seperti apa ya?”
  • “Rasa lemongrass itu yang seperti ya?”
  • “Saya kok baru tahu rasa ripped pineapple ya?”
  • “Rasa-rasa pada kemasan kopi ini asam, kecut atau pahit ya?”

Saya sedikit mengulas gambaran tentang keterangan pada kemasan kopi. Supaya itu tidak menghantui kita semua dan para penikmat kopi lain. Mari kita bahas beberapa prosesnya!

Persiapan profesional kopi dan timnya

Di era kopi spesialti saat ini cenderung mengangkat kualitas kopi murni.

Terutama single origin atau yang biasa disebut dengan kopi yang berasal dari satu daerah, wilayah atau desa yang khas.

Banyak sekali variabel bagaimana menilai tentang rasa kopi, yang nantinya akan dicantumkan pada kemasan kopi.

Di dalam menentukan rasa buah pada biji kopi terdapat profesional yang memastikan seperti apa cita rasa kopi tersebut. Inilah yang dilakukan oleh Q-grader dalam mengklasifikasikan rasa pada kopi.

Yang mana seorang Q-grader memiliki kapasitas terhadap kepekaan rasa yang kuat terhadap kopi.

Pencantuman rasa bertujuan untuk memudahkan konsumen mengetahui seperti apa saja rasa yang dikeluarkan oleh biji kopi tersebut.

Proses dalam Menentukan rasa kopi bisa didapatkan dari ketika kopi itu ditanam, bagaimana diprosesnya, bagaimana sangrainya, dan jenis dari varietasnya, dan bagaimana metode seduhnya.

Baca juga: Pengaruh Asam Kopi dan Pengaruh Pada Tubuh Kita

Uji cita rasa sebelum mencantumkan pada kemasan kopi

orang mencicipi kopi
Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah-langkah dalam menentukan tasting notes (catatan rasa). Roaster dan tim akan menilai cita rasa kopi menentukannya dari cupping.

Cupping inilah rangkaian dari kegiatan uji cita rasa. Cupping dilakukan setelah kopi selesai disangrai. Dengan cara seduhan tubruk, break the aroma (menentukan aroma/wangi kopi), apakah kopi tersbut ringan atau berat, asam atau pahit, kemudian mencicipnya.

Ketika roaster dan tim penilai mendeskripsikan lalu menetapkan tentang rasa kopi. Selanjutnya rasa tersebut bisa dicantumkan pada label kemasan kopi.

Catatan rasa banyak di cantumkan di jenis kemasan kopi arabika, karena rasanya yang kompleks, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, herbal, umbi-umbian dan lain sebagainya.

Nah sekarang kita jadi tahu bahwa rasa yang terdapat pada biji kopi bukanlah sebuah artificial essence (rasa buatan) seperti pada kue atau permen.

Tidak hanya rasa, pencantuman pada label kemasan. Kopi juga mencatat apa saja aroma yang dikeluarkan. Yang mana aroma hanya sebatas wangi dari kopi yang telah diseduh.

Kopi tidak hanya berkutat dengan lidah dan mulut, tetapi indera penciuman juga terlibat dalam menikmati secangkir kopi.

Saya pernah menemui beberapa kopi sangrai yang tidak mencantumkan rasa pada kemasan kopi. Itu bukanlah hal yang bermasalah, karena yang paling penting biji kopi sudah melalui proses yang baik dan benar.

Kesimpulan:

Proses yang baik dan benar tidak mengubah rasa bawaan dari varietas asli kopi tersebut. Biji kopi tetap harus disangrai hingga matang merata pada bagian luar hingga dalam.

Maka dari itu pencantuman rasa pada kopi, menjadikan konsumen tidak buta arah dalam mencecap rasa kopi yang telah diseduh. Selain itu paling tidak rumah sangrai bisa memberi tahukan rasa kopi tersebut apakah fruitier or nuttier (lebih rasa buah-buahan atau rasa kacang-kacangan).

Baca juga: Bagaimana Menakar Kopi Tanpa Timbangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here