Tips Memilih Biji Kopi yang Baik

0
69
rasa kopi arabika
Photo by Dominika Roseclay on Pexels

Di saat kopi sudah mencapai level konsumsi yang diperhatikan, konsumen juga perlu memperhatikan bagaimana memilih biji kopi yang baik. Tidak hanya memilih mau membeli dalam bubuk atau biji saja.

1. Lihat tanggal sangrainya (Roast Date)

Tanggal sangrai menentukan kesegaran sebuah biji kopi. Di beberapa rumah sangrai kopi memberi keterangan dengan istilah Roast Date (bahasa Inggris), dan dicantumkan pada kemasan.

Ini menjadi patokan untuk menentukan kesegaran biji kopi, dihitung hari dimana kopi tersebut disangrai.

2. Periksa tingkat defect/kecacatan pada kopi

Membeli kopi dalam bentuk biji tidak menentukan, beberapa biji kopi terkadangan memiliki kecacatan. Tetapi memilih biji kopi yang baik konsumen harus tau berapa banyak atau prosentase biji kopi yang rusak. Seperti pecah, bolong-bolong, ada benda asing seperti kerikil, kayu, dan sebagainya.

3. Mengenali jenis proses cucinya

Proses menentukan rasa juga, jangan sampau ketika sebuah kopi diproses natural tapi rasanya menjadi wine. Beberapa rumah sangrai juga mencantumkan proses cuci seperti: Natural, Washed/Full-washed, Semi-washed, Honey, Wine dan sebagainya.

4. Memilih biji kopi yang baik dengan memeriksa kemasannya

Perhatikan jika ada bagian dari kemasan yang rusaka atau sobek. Karena beberapa industri kopi atau rumah sangrai mengemas biji kopi dengan menggunakan kertas. Di beberapa toko kelontong di Indonesia masih terdapat kemasan kopi yang terbuat dari plastic yang amat tipis.

5. Cek rak display untuk memajang kemasan biji kopi

Retail atau sebuah toko yang menjual makanan harus menempatkan  kopi dari makanan yang menyengat. Karena kopi mudah menyerap bau dari lingkungan sekitarnya.

6. Lihat metode seduhnya

Menentukan metode seduh apa yang akan digunakan untuk menyeduh kopi. Jangan sampai metode seduhnya untuk filter, tetapi pada kemasan tertulis House Blend. Saat ini banyak dari toko kopi atau rumah sangrai menentukan jenis biji kopi dengan proses roasting, hingga menghasilkan kopi yang hanya enak diseduh dengan beberapa alat seduh.

7. Hindari label yang bertuliskan 100% Coffee

Disini kita membahas tentang kualitas dari biji kopi yang sebenarnya. Bukan hanya membuat konsumen tertarik, atau lebih mudah membuat konsumen percaya dengan memberi label bertuliskan 100% kopi Arabika atau 100% kopi Liberika atau yang lainnya.

8. Warna biji kopi yang tidak merata

Kopi disangrai mulai dari berwarna masih hijau, berubah menjadi kuning, kuning kecoklatan dan sampai berwarna cokelat tua. Tetapi setelah kopi selesai disangrai tidak lantas membuat kopi menjadi sama warnanya, seperti warna kopi masih ada yang berwarna cokelat terang. Ini disebabkan karena pada saat petik buah kopi masih belum matang. Dan beberapa pendapat buah kopi dipetik masih belum berwarna merah. Disimpulkan juga bahwa biji kopi yang baik akan memiliki warna yang merata.

9. Ketahuilah berapa banyak kafein yang akan dikonsumsi

Jangan sampai merasa teracuni ketika meminum kopi. Karena kandungan kafein yang terlalu banyak sehingga membuat peminumnya terjaga seharian atau lebih dari satu hari.

Dan beberapa kopi akan kehilangan kafein jika disangrai terlalu gelap. Dan juga jangan sampai menikmati kopi yang dibeli peminumnya merasakan kurang energi, karena kandungan atau nutrisi dalam kopi menghilang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here