Kopi untuk Idiot: 11 Hal Dasar Untuk Kopi Enak

0
26
Photo by Lisa Fotios on Pexels.com

Baru -baru ini teman saya menanyakan hal yang bikin saya berbinar-binar.

ia bertanya, “Apa sih yang bikin kopi itu enak?”

Pertanyaan sederhana. Tapi memang itulah yang kerap bikin orang penasaran. kenapa jadi banyak orang suka ngopi? (dengan pertanyaan lanjutan: “Nggak takut sakit lambung?” atau “nggak pahit?”)

Normal. Semuanya normal.

Semua orang sewaktu pertama kali juga begitu (kecuali dewa kopi).

Banyak sekali yang bisa kita jelajah tentang kopi. Cita rasa, cara seduh atau peralatan kopi. Ini yang awal. Sangrai, paska panen, produksi, ini selanjutnya.

Jangan pusing dulu! mari kita jelajahi sajahal-hal mendasar. Jadi kalau kita melangkah untuk pesan kopi, kita bisa tahu mana yang paling enak.

Saya memutuskan untuk menuliskan dengan cukup rinci tentang hal dasar ini. Semoga membantu kita semua yang cinta kopi.

Karena tema kopi yang mendasar sangatlah penting dan keren.

Ok, jadi apa pertanyaan mendasar yang biasanya kita temukan? Di rumah, di kedai kopi atau di kantor. Intinya, di mana saja untuk kopi enak?

Oh, dan tulisan ini jelas bukan untuk idiot. Judul diatas hanya untuk menarik pembaca saja. Tak ada pembaca blog ini yang idiot. Semua sedang belajar tentang kopi. kita saling membangun pengetahuan agar kita bisa menikmati kopi enak dan kopi Indonesia terus berkembang. Syukur-syukur bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

Hal Dasar Untuk Kopi Enak

Seperti biasa, Jika pembaca punya tips lain yang berguna, silahkan berbagi di bagian komentar. Saya senang sekali jika anda mauberbagi pengalaman tentang kopi. Komentar panjang atau pendek tak masalah. Mau tulis essay┬á tentang kopi juga monggo untuk menjelaskan lebih lanjut ­čÖé

1. Asal Daerah Kopi

Pastikan si kopi adalah bagian dari kopi yang bermutu. Lebih mantap lagi kalau kopi Indonesia. Negeri kita punya banyak single origin atau daerah khusus penghasil kopi.

Pilih sendiri favorit anda. Mungkin bisa dimulai dari daerah asal anda sendiri?

Asal daerah kopi seringkali berhubungan dengan cita rasa kopi.

Biasanya, kopi Mandailing akan punya badan kopi yang lebih besar atau kopi Jawa yang punya kadar keasaman yang lebih tinggi.

Jangan segan bertanya ke barista atau pelayan. Ini informasi dasar yang harus mereka kuasai.

2. Jenis Seduhan Favorit

Nah, ini yang lumayan banyak hapalannya.

Tapi intinya dua, mesin atau manual. jika anda suka espresso-si sari kopi-silakan.

Espresso pun banyak turunannya. ada yang ditambahkan air (Americano) atau susu (Latte) maupun susu dan busa (Cappucino).

Jika suka seduh manual, juga banyak metodenya.

Tubruk adalah yang paling jujur. ada juga french press, tinggal tekan dan tunggu 4 menit.

JIka suka saring tanpa ampas, mintalah dengan pour over, saring kain (layaknya kopi Aceh atau kopitiam), V60, Flatbottom atau chemex.

Lebih gampang lagi, mintalah rekomendasi barista. Biasanya mereka tahu kopi yang kita pilih enaknya harus diseduh apa. Sekali lagi, jangan segan belajar dan bertanya.

Nah, biasanya setelah beberapa kali ngopi, kita punya metode seduh favorit. Tinggal cari tahu pelan-pelan apa bedanya dengan yang lain.

3. Kesegaran

Ini hal yang paling penting, tapi terkadang lupa kita tanyakan dalam proses minum kopi.

Apak, tak beraroma atau tanpa rasa. Inilah akibat kopi yang tak segar.

Jika membeli kopi di kedai, tanyalah kapan si biji kopi disangrai, kalau bisa jangan lebih dari 1-2 bulan.

kedai kopi yang baik hanya menjual biji kopi sangrai yang segar. Baik untuk dibawa pulang, atau untuk diseduh di tempat.

4. Cita Rasa

Bagian ini juga harus kita pelajari pelan-pelan.

Biasanya ada enam rasa yang terkandung di dalam secangkir kopi:

aroma, Keasaman (Acidity), Badan Kopi (Body), rasa (Flavor), Sisa Rasa (After Taste), dan kemanisan (Sweetness).

Jangan takut, untuk permulaan belajar saja dengan teman. atau googling. baca artikel. atau nongkrong dengan barista.

Tanya rasa favorit anda.

Mau aroma buah? atau kadar keasaman yang biasa saja? atau badan kopi/kepahitan yang tinggi? kopi manis tanpa gula? bisa!

Walau tak gampang, lama-lama kita akan terbiasa. Juga punya rasa andalan. Tinggal selidiki asal kopi, karakter dan tanya-tanya si tukang seduh. Beres!

5. Harga

Lihat dulu menu baik-baik. Jangan sampai kopi yang anda pesan bikin kantong kempes.

Warung kopi yang baik seharusnya  memberikan harga yang pantas.

Nah, kedai-kedai kopi third wave saat ini banyak yang memberikan harga yang cukup murah (tapi tidak murahan) untuk kopi indonesia yang lezat.

Ada yang pasang harga di kisaran 15 ribu. Ada yang sekitar 20 ribu. sliakan lihat pengalaman saya mium kopi ke kedai-kedai kopi yang saya rekomendasikan.

Sebaliknya, kedai kopi besar dan franchise malah mematok harga yang lebih mahal. Mungkin karena sewa tempat (terutama kedai yang berada di mall) atau faktor lain.

Khusus untuk kopi luwak, saya tak sarankan. Sudah mahal, rasa bisa diadu. Banyak kopi lain yang lebih murah dan enak!

6. Kebersihan

Coba cek kebersihan tempat minum kopi anda. juga alat-alat seduh. Apalagi kopinya.

Menurut penulis blog ini, “kebersihan adalah sebagian dari kopi enak”.

(Ayo silahkan posting gambar kopi di instagram dengan quote di atas, hehehe)

7. Suhu

Minum kopi haruslah di tempat yang tak panas. Tapi juga tak harus membeku dengan hembusan AC 16┬░ dan Fan 5 bar!

Sejuk. Cukup.

Jika terlalu panas, kita tak akan nyaman dalam memesan, menunggu dan menyesap kopi. Di sisi penyeduh, suasana panas akan mengganggu ekstraksi. Apalagi ditambah keringat. Ish!

Interaksi peminum dengan barista pun tak elak dalam suasana panas.

Sebaliknya jika suhu terlalu dingin, kondisi juga jadi sulit. kopi juga akan terlalu cepat dingin dan asam.

8. Baru

Tempat ngopi juga harus terhindar dari bau-bau yang menyengat. ini untuk memaksimalkan sensor kita dalam menikmati aroma.

Ada kedai kopi yang memisahkan kita perokok dan non-perokok

Saya rekomendasikan yang terakhir. selain agar maksimal menikmati aroma, kita juga nyaman dan bau dan penyakit dari asap rokok.

9. Interaksi

Menikmati kopi enak juga menikmati suasana.

Ada yang menyulap interior ngopi secanggih mungkin. Ada yang seminimal mungkin. Yang penting nyaman.

Ada yang menyediakan musik, mulai dari jazz sampai metal. Ada yang sepi.

Semua disesuaikan dengan pengalaman minum kopi yang hendak dicapai.

Dan yang paling penting. interaksi dengan manusia sekiling. terutama penyeduh dan yang melayani (jika ada). Percakapan dengan mereka inilah yang membuat kita terus ngopi. Ada yang belajar, penasaran atau curi ilmu. Biasa…

10. Perut

Yang satu ini-pun kita sering lupa. Sebelum minum kopi enak-pun sebaiknya kita isi perut dulu,

Banyak yang salah kaprah termakan iklan. Bangun tidur langsung ngopi.

Jangan!

Makanlah dulu. Kalau tak bisa yang berat, yang ringan. ini untuk melapisi lambung kita-terutama mereka yang sensitif dengan asam.

Sedikit atau banyak, kopi memang mengandung asam (acidity). Jadi sebaiknya kita melakukan tindakan pencegahan dengan “Islam.”Ya, dengan “isi lambung”!

11. Rendah Hati

Yang terakhir datang dari diri kita (dan juga yang menyajikan kopi).

Gelombang ketiga kopi saat ini tak ayal juga melahirkan para coffee snobs. Mereka yang mengerti cita rasa kopi (atau sok mengerti?) dan sombong.

Sayangnya mereka yang termasuk golongan ini menganggap mereka yang tak mengerti kopi atau yang masih belajar-lebih rendah.

Padahal selow aja. Tetaplah rendah hari.

Kalau ada yang tak mengerti, mari tanyakan. jika butuh menerangkan, jelaskan sebaik-baiknya. Jika tidak tahu, bilang saja demikian. Atau mari cari tahu bersama-sama!

Menurut saya, interaksi rendah hari peminum dan penyaji kopi akan membuat si tempat minum kopi jadi tempat favorit.

Maka dari itu…

Yuk ngopi belajar ngopi. Yuk nikmati kopi enak punya Indonesia.

Bisa seduh sendiri.

Bisa belajar dari manapun.

Bisa ke kedai kopi.

Bisa bawa alat seduh ke kantor.

Bisa cari-cari tempat ngopi favorit.

Yuk!

Sumber: www.kopikopikopi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here