Jenis Kopi Arabika Relatif Lebih Mahal Dari Kopi Robusta

Photo by Juan Pablo Arenas on Pexels.com

Teman-teman merasa bahwa kopi arabika ‘tanpa gula’ dengan seduhan french press rasanya pahit. Saya berasumsi bahwa banyak orang di Indonesia yang masih merasa kopi tanpa gula itu pahit, seperti kopi untuk warga di kampung yang sedang ronda.. hahahahaa.. atau mungkin mereka membayangkan kopi yang biasa dipesan bapak-bapak di warteg, mungkin seperti itu kali yaaa?? Saya sedikit menjelaskan bahwa banyak kok kopi arabika yang enak dinikmati tanpa gula.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kopi arabika lebih mahal daripada kopi robusta, pohon kopi arabika terletak di ketinggian 700mdpl sedangkan kopi robusta di bawahnya, maka tingkat pemanenan pasti sedikit memakan tenaga lebih besar daripada kopi robusta. Pohon kopi arabika lebih rentan, mudah sekali terserang penyakit karat daun, sehingga harus dilakukan perawatan yang lebih baik dari kopi robusta.

Dari rasa kopi arabika memiliki banyak varian rasa, inilah salah satu keunggulan dari kopi arabika, ada yang mengeluarkan rasa kacang-kacangan, buah-buahan, herbal, sayur dan sebagainya. Kopi  robusta tidak memiliki banyak varian seperti itu karena hanya ada beberapa rasa dan memunculkan aroma gosong khas dari kopi ketika disangrai lebih gelap.

Selain itu kopi arabika memiliki tingkat kesulitan dalam menyangrai, roaster harus memastikan bahwa kopi yang menguasai pasar dunia hingga 80% ini harus matang pada area luar dan dalam biji kopi, istilah di dunia kopi matangnya kopi pada area luar dan dalam biji kopi adalah developed.

Ada beberapa tingkat sangrai yang mendominasi digunakan di dunia kopi seperti: Light, Light to medium, Medium, Medium to dark, Dark roast, French roast. Banyak kopi arabika biasanya disangrai hingga melalui developed jika memang ingin menemukan tingkat sangrai yang ditengah-tengah yaitu di kisaran medium, perlu ilmu dan pengalaman dalam mencapai tahap sangrai ini.

Tetapi kopi robusta lebih banyak disangrai lebih gelap(Dark roast) yang mana lebih mudah mencapai developed dengan tepat.

Terakhir adalah proses seduh. Kopi arabika membutuhkan metode seduh berdasarkan jenis proses cucinya dan tingkat sangrai, bingung ya..?? hehee.. maksudnya begini, sang barista harus mengetahui apa proses yang pengeringan yang digunakan pada kopi tersebut, lalu tingkat sangrainya apakah light, medium, atau dark, jadi dalam menyeduh kopi arabika tidak boleh asalan, nanti rasa yang diharapkan tidak akan muncul karena salah metode seduh, begitu gaes.

Untuk saran dan komentar bisa dikirimkan ke kolom komentar atau ke email.

Jangan lupa juga untuk Subscribe kaveo.id ya.. Salam kopi spesialti 😉

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan