Jenis Acidity Pada kopi

pexels-photo

Acidity atau keasaman pada kopi ditentukan melalui proses roasting, grinding dan brewing. Setiap jenis kopi memiliki karakter acidity masing-masing. Keasaman yang tinggi biasa disebut dengan bright, sedangkan keasaman yang lebih rendah disebut dengan smooth. Keasaman pada kopi yang melalui wet process juga lebih tinggi dibandingkan kopi dry process. Tanpa keasaman, kopi akan terasa flat dan biasa saja. berikut beberapa jenis asam yang berperan penting dalam terbentuknya keasaman pada kopi.

Critic Acid adalah asam yang sering ditemukan pada kopi arabica yang timbuh di dataran tingg, atau kopi yang banyak mengandung mineral dari tanah vukanik. notes pada asam ini antara lain jeruk, lemon dan sedikit anggur.

Phosporic Acid adalah asam yang lebih manis dibandingkan jenis asam lain. Asam ini dapat mempengaruhi asam lain yang cenderung sour menjadi lebih manis seperti pada anggur dan mangga.

Malic Acid, asam ini banyak terdapat pada buah-buahan yang keras, seperti pada apel, plum dan pear.

Chlorogenic Acid, asam inilah yang paling berperan pada kopi. Chlorogenic acid juga lebih cepat berubah dibandingkan jenis asam lain pada saat proses roasting.

Acetic Acid, adalah asam yang biasa ditemukan di dalam cuka, yang menyebabkan rasa lebih tajam dengan konsentrasi rendah. Namu perlu diketahui bahwa kadar acetic acid yang terlalu tinggi merupakan tanda bahwa kopi tidak diproses dengan benar.

Tartaric Acid, asam ini pada kadar yang sesuai akan memberi notes rasa anggur. Namun jika kadarnya terlalu tinggi, tartaric acid dapat menyebabkan rasa asam sour.

Quinic Acid, adalah satu-satunnya asam yang mulai muncul setelah asam yang lain mengalami penurunan kadar. Quinic acid sering ditemukan pada kopi dengan level roasting dark-roast, kopi yang sudah basi dan kopi yang sudah diseduh beberapa jam lalu namun tetap berada pada suhu yang hangat. Quinic Acid adalah asam yang sering menyebabkan sakit perut karena naiknya kadar asam dalam lambung.

Jenis asam-asam diatas mempunyai kadar yang lebih tinggi dibandingkan asam yang lain, namun sampai saat ini masih sulit memprediksi mekanisme apa yang terjadi sehingga mempengaruhi  keasaman pada kopi

Sumber: sadakoffie

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan