12 Istilah yang ada pada kemasan kopi

0
94
kemasan kopi

Banyak dari kemasan kopi tertulis dalam bahasa inggris. Istilah kemasan kopi ini memberikan konsumen petunjuk tentang profil kopi tersebut. Ini penting mengingat kopi juga sebuah minuman yang menggunakan banyak variable sebelum atau saat penyeduhan.

1. Process (Proses Cuci)

Dimana proses ini merupakan bentuk penanganan paska panen, setelah ceri kopi dipetik, kemudian ceri kopi dijemur dan dicuci, setelah itu dipisahkan antara buah/daging ceri dan biji nya. Nah bijinya inilah yang dikumpulkan dan dikeringkan lagi, hingga kadar airnya berkurang, setelah itu dikupaslah kulit tanduk yang menutupi biji kopi.

2. Roasted Level

Istilah kemasan kopi ini menunjukkan tingkat kematangan  pada biji kopi yang telah disangrai, seperti light, light to medium, medium, medium to dark, dark. Kopi dalam proses sangrai mengalami tahapan biji kopi mulai dari masih hijau, kuning, hitam.

3. Roast Date (Tanggal Roasting)

Memberikan keterangan berupa tanggal. Mencantumkan tanggal kapan kopi tersebut disangrai. Ini penting mengingat jika semakin lama kopi disimpan dan semakin menjauhi tanggal sangrai maka kesegaran kopi tentunya akan berkurang.

4. Varietal/varietas

Sekelompok tanaman dari suatu jenis spesies yang ditandai oleh bentuk dan pertumbuhan tanaman. Lebih sederhananya varietas ini adalah jenis dari biji kopi, yang paling umum di pasaran Indonesia yaitu: Robusta, Arabika & Ekselsa

5. Tasting Notes/Flavor Notes (catatan rasa)

Catatan rasa kopi, Kopi single origin memiliki karakter rasa yang berbeda-beda, rasa tersebut bukan karena ditambahkan esense atau perasa tambahan. Tetapi rasa yang menyerupai buah-buahan yang ditimbulkan karena unsur tanah yang berbeda disetiap daerah.

baca juga: Menikmati Kopi Untuk Pemula

6. Altitude

Ketinggian pegunungan di mana area kebun kopi di tanam, bisa di sebuah bukit atau pegunungan. Diukur dari permukaan laut. Di era kopi spesialti altitude menjadi istilah kemasan kopi yang perlu dicantumkan.

7. MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut)

Satuan ketinggian gunung, pada bungkus kopi dituliskan berupa angka, seperti 800 mdpl, 1200 mdpl dan lain sebagainya. Ketinggian gunung saat kopi ditanam menjadi penilai sendiri bagi sebuah kedai kopi.

8. Brewing Method (Metode seduh)

Memberikan petunjuk kepada konsumen metode seduh apa yang cocok digunakan. Beberapa metode seduh yang popular dicantumkan dalam kemasan bungkus kopi yaitu: Tubruk, Filter, Espresso, French Press dan lain sebagainya.

9. Region (Daerah)

Keterangan tentang tempat atau asal kopi tersebut ditanam, sebagai contoh Aceh Gayo, berarti kopi tersebut ditanam di Provinsi aceh desa Gayo, atau Bali Kintamani dimana kopi tersebut ditanam di provinsi Bali desa Kintamani.

10. Single Origin

Biji kopi yang diklasifikasikan berdasarkan tempat atau asal kopi tersebut dipanen. Kopi single origin juga dipanen di tempat yang sama entah itu kebunnya atau negaranya.

11. House Blend

merupakan kopi dari berbagai daerah yang telah melalui proses roasting kemudian dicampur. Jenis biji kopi ini bisa dicampur hingga 2-4 jenis kopi.

12. Grind size, fine, medium, coarse (Giringan)

Ukuran giringan bubuk kopi, pemiliki kedai kopi atau rumah sangrai memberikan pilihan tingkat kehalusan pada biji kopi. Ukuran giringan ini berdasarkan metode seduh yang akan digunakan oleh pembeli.

Nb: Kopi tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa. Karena kopi bukan jenis minuman yang cepat atau mudah basi. Hanya saja jika kopi disimpan terlalu lama dalam keadaan bubuk maka akan hilang aromanya dan hambar rasanya.

Itulah beberapa istilah pada bungkus kopi, jika ada yang kurang silahkan ditambahkan dengan komentar dibawah ini. Untuk saran dan kritik bisa dikirimkan melalui surel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here