Dibalik Ribetnya Bikin Kopi

0
27
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Saya sering sekali bertemu teman-teman yang berpikir bahwa kopi itu ribet. Harus ditimbang, harus ditentukan suhu airnya, harus di filter dengan filter khusus, harus digiling kopinya dan sebagainya.

Nah, yang kita bahas saat ini merupakan gaya hidup minum kopi “Gelombang ketiga”. Kopi gelombang pertama adalah mereka yang menikmati kopi sachet/instan, Kopi gelombang ke dua mereka yang melihat café sebagai tempat untuk nongkrong, berkumpul dengan teman, mencari jaringan internet, atau mereka yang menjadikan café supaya terlihat mengikuti gaya hidup jaman sekarang dengan café yang dilabeli coffee shop

Ribetnya cara menyeduh kopi pasti memiliki alasan, diantaranya:

  1. Faktor Kesehatan, jika keliru dalam menyeduh kopi bisa berdampak buruk juga pada kesehatan, sebagai contoh: jika kita menyeduh kopi ketika air belum mendidih, maka kopi masih menyimpan karbon dioksida, yang nantinya membuat tidak nyaman di lambung sampai menyebabkan kembung. Terdapat perbandingan antara kopi murni dan kopi sachet yang dapat berpengaruh pada kesehatan yaitu, Kopi sachet memiliki kandungan kimia diluar kopi itu sendiri.
  2. Faktor Rasa, satu jenis kopi akan memiliki variasi cita rasa yang berbeda hanya dengan membedakan kopi yang digiling kasar ataupun digiling halus. Menggunakan air dengan suhu yang berbeda juga akan berpengaruh pada sensasi ketika kopi menyentuh lidah. “Sama jenis kopinya, beda alat seduh, beda pula rasa yang dikeluarkan”. Lebih dari ratusan teknik dalam menyeduh kopi, setiap penikmat kopi spesialti yang murni memiliki selera berbeda terhadap teknik seduh sang barista.
  3. Estetika cara barista menyeduh kopi, keindahan dalam menyeduh kopi juga merupakan daya tarik tersendiri kepada konsumen, dengan cekatan seorang barista juga akan menjadi tontonan yang unik.

Metode seduh kopi terbaik adalah Metode yang sesuai dengan selera penikmatnya

Bagaimana?? Seru kan proses penyeduhan pada kopi spesialti generasi ketiga, karena penikmat kopi instan dalam kemasan sudah menemui titik jenuh pada cara menyeduh kopi, “gunting-tuang-aduk, gunting-tuang-aduk, gunting-tuang-aduk, dan akan begitu seterusnya”. Lalu asumsi para peminum kopi instan ketika ditawarkan kopi murni hanya 2, kopi Pahit yang tajam rasanya dan kopi manis karena ditambahkan gula. Dan saat ini (2018) orang Indonesia masih banyak yang berpikir bahwa yang pertama kopi murni atau kopi hitam itu rasanya pahit dan efeknya bikin gak ngantuk, udah itu saja.

Kopi murni memiliki akan cita rasa yang kaya, langsung memberi dampak pada tubuh dan ini tidak terlalu berlaku pada jenis minuman yang lain.

Rasa pada kopi itu jujur tersirat dan anda bisa mendeskripsikan kopi tersebut dengan apa yang anda rasakan. Sehingga setiap orang bisa memiliki deskripsi yang berbeda pada satu jenis kopi. berbeda dengan buah-buahan, yang rasanya sudah disepakati oleh banyak orang.

Kopi yang diolah secara murni berguna untuk mengurangi kadar bahan kimia yang kita tidak tahu dampak buruknya terhadap tubuh kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here