Dibalik Ribetnya Bikin Kopi

0
64
ekstraksi kopi espresso

Banyak sekali dari beberapa teman yang mengatakan “kenapa kopi begitu ribet untuk diseduh?”. saya mencoba menjelaskan karena setiap seduhan pada secangkir kopi itu sangatlah dihargai, sebuah minuman yang benar-benar dinikmati. Tidak hanya diminum hanya untuk sekedar menghilangkan rasa dahaga.

Maka ada sebuah peran seorang barista atau manual brewer yang menyajikan kopi dengan teliti dan berhati-hati.

Alangkah baiknya jika bisa menyeduh dengan hati… hehehe.. lebay ya kata-katanya? tapi memang begitu kok.

Ada sebuah energi yang tercipta, jika barista menyeduh dengan rasa emosi, kesal dan energi-energi yang negatif. Maka kopi tersebut kurang sedap untuk dinikmati.

Memang beberapa pekerjaan tidak bisa dikerjakan dengan menggunakan emosi, harus penuh dengan pemikiran yang logis dan rasional.

Setiap seduhan kopi menjadi istimewa apabila seorang barista menyeduh dengan perasaan yang gembira maka, penikmat pun akan merasakan kopi dengan rasa yang enak.

1. Faktor Kesehatan

Siapa sih orang yang tidak memperdulikan masalah kesehatan dalam hidupnya,  seperti itu juga sebuah kedai kopi menyajikan secangkir kopi murni yang tentunya dipilih biji kopi yang bagus dan tidak rusak. Supaya tetap aman dan nyaman ketika diminum.

Hal paling mendasar yang bisa dilakukan barista dalam menyeduh adalah proses blooming, dimana kopi yang terbasahi air pertama kali langsung mengeluarkan karbondioksida.

Keluarnya karbondioksida meminimalisir kopi tidak nyaman di perut, ya benar kita bisa menyebut ini dengan istilah supaya tidak kembung karena karbondioksida yang masih terjebak diseduhan kopi.

Baca juga: Pengaruh Asam Kopi dan Pengaruh Pada Tubuh Kita

2. Faktor Rasa

Rasa kadang dapat dicari titik temu persamaannya, tetapi menyeduh kopi bukanlah sesuatu yang mudah.

Mengeluarkan karakter rasa kopi dari berbagai macam daerah. Seperti kopi Jawa akan berbeda cara seduhnya dengan kopi dari daerah Sumatera.

Kopi dengan varietas Typica akan berbeda cara menyeduhnya dengan kopi varietas Geisha. Beberapa kopi tidak diseduh dengan metode filter, beberapa kopi tidak bisa diseduh dengan metode espresso dan lain sebagainya.

“di era seperti sekarang ini membuat secangkir kopi bukanlah seperti bermain sulap, sim salabim jadilah kopi diatas meja. tetapi proses yang panjang menjadikan kopi lebih enak” -Kaveo

3. Faktor Gaya Hidup

Jaman sudah berbeda dari waktu ke waktu, cara pandang kopi dan cara menyeduh kopi juga berbeda dari jaman dahulu dan sekarang.

Banyak selera orang berubah dengan perkembangan teknologi yang pesat di industri kopi.

Kalau dahulu orang cukup ngopi dengan cara ditubruk, hanya cukup dituang dengan air panas.

Sekarang dengan menggunakan biji kopi arabika dan diseduh dengan metode pour over banyak orang akhirnya jatuh cinta dengan cita rasa arabika yang asam dan jernih.

Kepuasan tersendiri antara sang peracik kopi dan penikmatnya bisa saling mengapresiasi satu sama lain. Dalam industri saat ini mengolah kopi yang dipetik dari pohonnya hingga disajikan ke meja pelanggan tidak terjadi dalam satu hari satu malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here