3 Gelombang Perkembangan Kopi

0
45
Photo by Igor Starkov on Pexels.com

Halo sobat Kaveo…! sekarang saya menulis tentang era-era yang ada di dunia kopi, di sini saya sedikit menganalogikan dengan kultur atau gaya hidup minum kopi di masyarakat Indonesia, dan sedikit memberi sumber sejarah budaya kopi dari beberapa negara di dunia. Yang cukup signifikan menjadi pelopor budaya kopi benua lain diantaranya Eropa dan Amerika.

1. First Wave

kategori kopi sachet/instan, paling murah dan tidak mau ribet

  • Dari segi industri perusahaan besar, meningkatkan kuantitas produksi hanya untuk menjangkau kopi yang tersedia di dapur, dan dibuat dalam bentuk kemasan yang instant, seperti sachet atau botol, toples, dll.
  • Kopi dalam kemasan sachet/plastik menjadi andalan konsumen untuk mendapatkan kepraktisan dalam menyeduh kopi
  • Dengan produksi masal menjadikan kopi bisa ditekan dengan harga yang sangat murah tanpa terlalu mempedulikan tingkat kemurnian
  • Konsumen di era Firs Wave sebatas kategori peminum belum sampai penikmat
  • kategori ini adalah kategori yang belum memahami kopi murni
  • Era ini juga masih belum memahami akan manfaat dari menikmati kopi murni
  • Konsumen lebih memilih kopi instan
  • Era dimana peminumnya tidak mempedulikan apakah itu kopi murni atau tidak
  • Peminum kopi yang tidak terlalu memperdulikan masalah kesehatan
  • Di Indonesia masih banyak warung yang menjual kopi instan karena harganya yang murah dan mudah untuk menjualnya kembali karena kurangnya kepedulian tentang kopi murni

2. Second Wave

kategori ngopi untuk mengikuti trend atau gaya hidup zaman sekarang, mencari kedai yang nyaman dan berkumpul bersama orang-orang terdekat

  • Di era ini banyak masyarakat yang mengatakan bahwa kopi itu adalah minuman yang penting
  • Di era ini konsumen menjadikan kopi sebagai kebutuhan rutin kalau bisa mendapatkan yang enak, tetapi sedikit memahami detail pada kopi
  • Second  wave juga merupakan peralihan dari first wave ke third wave
  • Dimana kopi itu adalah minuman yang istimewa bukan sekedar minuman biasa
  • Bisa dikatakan konsep dari kedai kopi starbucks masuk di era second wave coffee
  • Dimana kopi menjadi salah satu sajian yang unik dan mulai diperhatikan
  • Mulai mengenalkan detail setiap proses kopi
  • Starbucks juga mulai mengenalkan nama-nama unik seperti espresso, machiato, cappucino, café latte
  • Proses dalam membuat secangkir kopi perlu diapresiasi
  • Dari pengalaman Howard Schultz yang sedang melakukan perjalanan ke Eropa, Howard melihat kultur minum kopi di negara-negara eropa seperti Itali, Perancis, Belanda dan lain sebagainya masih belum ada di Amerika, dengan minuman berbasis espresso dimana orang-orang bertemu di kedai kopi dan saling melakukan interaksi sosial
  • Di gelombang ke-tiga bisa dikatakan masih banyak pengunjung yang tidak peduli berbagai macam kopi dan seduhannya

3. Third Wave

kategori penikmat kopi spesialti, memahami dan menghargai akan proses panjang perjalanan sebuah kopi dari tanaman hingga seduhan.

  • Mengetahui asal-usul perjalanan kopi mulai dari penanaman hingga diseduh
  • Penikmat kopi yang peduli akan kesehatan
  • Hingga peduli terhadap kebersihan alat kopi yang digunakan
  • Mulai memantapkan proses kopi dengan kualitas tinggi dengan istilah ‘Spesialti’
  • Bagaimana menyimpan kopi yang baik dan benar, hal ini terkesan sepele tetapi sangat berpengaruh dalam menjaga kesegaran biji kopi sebelum diseduh
  • Mengklasifikasikan kopi berdasarkan daerah dengan istilah Single Origin
  • Juga memperhatikan kualitas biji kopi yang murni dan menjadi klasifikasikan ke dalam kopi spesialti
  • Menyeduh kopi dengan berbagai macam alat dan metode seduh mulai dari menggunakan French Press, Pour over, Siphon, Aeropress, dll
  • Salah satu pelopor kopi di gelombang ketiga yang populer di seluruh dunia diantaranya: Stumptown, Counter Culture, Blue Bottle, dan sebagainya
  • Gelombang ke-tiga kedai kopi menjadi lebih detail dalam proses seduhnya, hingga membuat acuan beda alat dengan kopi yang sama maka akan beda pula rasanya
  • Konsumen jadi lebih tau bahwa ada berbagai macam biji kopi yang berbeda wilayah juga akan memberikan rasa yang berbeda pula
  • Kedai kopi mulai meningkatkan kepedulian tentang kopi, menikmati kopi murni, kualitas yang tinggi dan dampak kopi terhadap kesehatan, kepedulian sosial terhadap petani kopi dan sebagainya

Jadi kesimpulannya begini broo.. tulisan ini saya buat tahun 2018 dan saat ini Indonesia baru saja memasuki Third Wave atau gelombang ke-tiga, saya juga berasumsi bahwa nantinya akan ada era ke-4, ke-5 dan seterusnya.. ke-125 ada juga mungkin, heheheee.. OK, sampai di sini dulu saya nulisnya.

Untuk saran dan komentar bisa dikirimkan ke kolom komentar atau ke email.

Jangan lupa juga untuk Subscribe kaveo.id ya.. Salam kopi spesialti 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here