Home Artikel 17 Kutipan Kopi romantis dan menginspirasi

17 Kutipan Kopi romantis dan menginspirasi

0
8

Budaya kopi di Indonesia tidak hanya sekedar penikmat kopi mengunjungi sebuah kedai dan meneguk segelas kopi. Kopi juga bisa dijadikan berbagai filosofi oleh orang Indonesia, dan dikemas dalam bentuk kutipan kopi.

  1. “Kurang atau lebih setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.” – Joko Pinurbo

  2. “Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air debu, sesempurna apapu kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi. Punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” – Dee Lestari

  3. “Aku menunggu kita ada di satu meja, ditemani kopi dengan aroma yang berbeda membicarakan mimpi, bercengkeraman tentang rencana.” – Gilang Pratama Aditya

  4. “Kopi ini tak lagi butuh gula jika kau ada dihadapanku” – Fiersa Besari

  5. “Cinta menyatukan dua perbedaan seperti gula dan kopi yang saya seduh malam ini.”

  6. “Paling tidak segelas kopimu membuatku tersenyum, itu sudah sebagian dari ibadah.” – Sudut Kopi

  7. “Membingkai pagi mewarnakan mentari, jangan lupa menyoreka hari dengan segelas kopi berbagi agar hati menjadi pelangi di malam nanti.”

  8. “Kopi hitam memang pahit itulah mengapa tuhan ciptakan senyumanmu yang manis.”

  9. “Lelaki itu seperti segelas kopi, mereka kuat, hangat dan akan menjagamu baik siang maupun malam.”

  10. “Jika kamu hanya ingin sekedar singgah, beri aku kopi, jangan beri aku hati.”

  11. “Dan kopi tak pernah memilih siapa yg layak menikmatinya, karna dihadapan kopi kita semua sama.” – Kaveo

  12. “Even bad coffee is better than no coffee at all.” – David Lynch

  13. “Kaulah kolam kopi yang membuatku tak bisa terpejam, memikirkanmu sepanjang malam.” – Iwan Esjepe

  14. “Kopi dan perempuan, mereka saudara kembar. Dua-duanya keras kepala perihal rasa.” – Ilham Gunawan

  15. “Sama seperti kopi, Sajak yang indah juga memiliki penikmatnya tersendiri.” ― Robi Aulia Abdi

  16. “Jadilah seperti kopi pagi ini. Walau sendiri, namun memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.” ― Asyifusyinen

  17. “Engkau kopi puncak malamku, Kekasih. Pahit dan kelam tanpa kusedu.” ― Sudjiwo Tejo

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here