12 Istilah yang ada pada kemasan kopi

Photo by Dids on Pexels.com

Kopi yang sudah disangrai dan dikemas, memiliki beberapa informasi yang tentunya beda dengan kemasan makanan atau kue pada umumnya, seperti tidak ada komposisi atau tanggal kadaluarsa pada kemasan kopi.

1. Origin

Istilah Origin adalah menunjukkan asal atau daerah dimana pohon kopi ditanam, penggunaan nama origin bisa seperti wilayah, desa, nama gunung, kabupaten, perkampungan ataupun nama prosesor disekitar kebun kopi.

Contoh:

  • Aceh Gayo: Di provinsi Aceh terdapat desa bernama Gayo
  • Ijen Blawan: Di Gunung Ijen terdapat desa Blawan
  • Bali Kintamani: Di provinsi Bali terdapat terdapat di Kecamatan Kintamani

2. Altitude

Gini teman-teman mayoritas kopi kan ditanam di daerah pegunungan, bisa dikatakan Altitude ini adalah ketinggian tanah kebun kopi mulai dari permukaan laut.

3. MDPL

Ini adalah singkatan dari Meter Diatas Permukaan Laut, satuan untuk mengetahui seberapa tinggi pohon kopi ditanam, MDPL biasanya dituliskan setelah angka

Contoh:

730mdpl, 510mdpl, 760mdpl, 1.200mdpl

4. Kultivar/Varietal/varietas

Jenis-jenis dari tumbuhan kopi yang telah dikelompokkan, karena memiliki ciri-ciri yang khas dan dapat dibedakan dengan jenis tumbuhan kopi lain.

Contoh: Robusta, Arabika, Liberica, Exelsa dan sebagainya

5. Process

Bisa juga disebut proses paska panen, Langkah-langkah pengeringan biji kopi, dimana biji kopi dipisahkan dari daging buahnya lalu dijemur, ada beberapa jenis Process diantaranya: Wash/full-wash, Semi-wash, Natural, Honey dan sebagainya

6. Level

Tingkat kematangan kopi setelah disangrai, diantaranya: Light Roast (dimana biji kopi sudah diangkat ketika berwarna masih cokelat terang), Light to medium Roast (diangkat ketika biji kopi berwarna cokelat), Medium Roast (biji kopi diangkat ketika berwarna cokelat tua), Medium to Dark Roast (biji kopi diangkat ketika berwarna cokelat gelap), Dark Roast (dimana biji kopi kopi diangkat ketika berwarna hampir kehitaman).

7. Roasted date

Tanggal dimana biji kopi tersebut disangrai, jadi konsumen tahu tanggal sangrai tersebut, karena kopi diusahakan habis sekitar 2 Minggu setelah tanggal sangrai.

8. Notes / Tasting Notes / Catatan Rasa

Adalah catatan rasa, kopi Arabika memiliki beberapa Tasting Notes yang variatif, ada yang rasa buah-buahan, kacang-kacangan, bunga, sayur, herbal dan sebagainya, catatan rasa pada biji kopi banyak yang dihasilkan dari tanaman di sekitar pohon kopi atau kebun kopi, Tasting notes bisa dirasakan oleh beberapa orang yang memiliki pengalaman dalam menikmati kopi, tidak banyak orang bisa menemukan tasting notes sesuai dengan yang tertulis pada kemasan.

9. Natural, Honey

Adalah proses pascapanen buah kopi yang langsung dikeringkan dengan terkena sinar matahari, dimana kopi diletakkan pada jaring-jaring yang bisa dilalui udara supaya buah kopi kering secara menyeluruh dan nantinya akan terfermentasi secara natural sampai kulit kopi terpisah dengan bijinya.

10. Full-Wash/washed dan Semi-washed

Proses pascapanen pada kopi dimana setelah iji kopi di pisahkan dari buah kopinya, lalu pengolah akan mencuci kembali biji kopi yang masih berlendir, dengan harapan menghilangkan lendir yang menempel pada biji kopi. Proses Full-wash membutuhkan banyak air dalam pengeolahannya dan juga melalu tahap fermentasi.

11. Wine

Proses pascapanen dimana buah kopi akan difermentasi sebelum menjadi biji kopi, salah satu proses wine pada kopi biasanya dengan cara merendam buah kopi ke dalam air selama 2 bulan.

12. Blend

Perpaduan/percampuran antara 2, 3 atau lebih biji kopi setelah disangrai. blend ini menjadi ciri khas pada sebuah kedai kopi, ketika konsumen ingin mencari rasa & aroma yang berbeda selain single origin, Single origin dinamai supaya konsumen mudah dalam penyebutan

contoh: kedai Pak Jo memiliki blend Arabika Ijen dan Arabika Bali Kintamani lalu oleh kedai Joni diberi nama ‘Dewa Jawa’ filosofinya adalah di Bali banyak Dewa dan Pulau jawa sebagai pasangannya

12 istilah ini merupakan sebagian dari banyak istilah yang terdapat pada kemasan kopi murni/spesialti, masih ada banyak istilah yang belum tercantum karena setiap kedai memiliki standar sendiri-sendiri dalam mengemas biji kopi.

Untuk saran dan komentar bisa dikirimkan ke kolom komentar atau ke email.

Jangan lupa juga untuk Subscribe kaveo.id ya.. Salam kopi spesialti 😉

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan